5 Alasan Mengapa Customer Retention Bisa Menaikkan Profit dengan Cepat

Customer Retention

Suatu perusahaan pasti akan mengalami masa surut ketika pelanggan mulai bosan dengan produknya. Hilangnya para pelanggan ini membuat perusahaan mengalami penurunan profit. Maka dari itu mereka butuh usaha lebih untuk mengembalikan lagi kepercayaan para konsumen. Kehadiran customer retention akan membantu perusahaan untuk mendapatkan kembali para customernya. Lalu sepenting apakah perannya? Simak ulasannya dibawah ini.

Mengembalikan Reputasi Perusahaan yang Hilang

1. Hemat Biaya Marketing

Bagi sebuah perusahaan kehilangan satu pelanggan artinya terjadi penurunan profit. Akan sangat sulit mencari customer baru karena akan mengeluarkan biaya lebih banyak. Selisih biaya tersebut cukup signifikan, sehingga perusahaan memilih untuk mempertahankan customer lama. Hal ini karena pelanggan lama sudah familiar dengan produk dan layanan yang diberikan. Jadi Ia tidak perlu meragu lagi untuk membeli barang yang ditawarkan.

Customer retention min

Apalagi bila bertemu dengan customer yang loyal, Ia cenderung membeli produk anda secara berkala. Bahkan membelanjakan uangnya untuk membeli lebih dari 5 barang yang ditawarkan. Berbeda sekali jika harus menjaring customer baru, sebab anda perlu memperkenalkan produk kembali. Artinya anda juga perlu mengeluarkan tenaga baru untuk membujuk para calon konsumen. Hal ini justru akan menghambat masuknya pendapatan dengan cepat.

2. Memahami Keinginan Customer

Perusahaan akan memikirkan apa saja produk dan layanan yang disukai oleh para customer. Mereka yang menerapkan metode pengelolaan customer, berpotensi mendapatkan pendapatan yang tinggi. Selain itu reputasi perusahaan dinilai baik di mata para konsumen dengan pelayanan terbaik. Biasanya para pengelola usaha akan mendengarkan semua feedback dari customer. Baik itu berupa pujian, kritikan, maupun keluhan yang mungkin cukup mengganggu.

Dengan menampung semua aspirasi para customer, perusahaan akan melakukan perbaikan produk. Mereka akan mengedepankan apa saja yang menjadi keluhan para customer, dan siap membawa solusinya. Sebab bisnis yang baik adalah usaha yang dapat memotong permasalahan di masyarakat. Ia hadir sebagai pemenuh kebutuhan yang belum sempat di dapatkan dari produk lainnya.

3. Melakukan Up Selling dan Cross Selling

Perusahaan akan menawarkan up selling untuk penjualan produk dengan nilai jual tinggi. Tentunya dengan membawa manfaat besar bagi pelanggan, serta tetap mendapatkan pelayanan kelas satu. Sedangkan cross selling biasanya akan mengajak konsumen untuk membeli produk lain, yang masih berkaitan dengan produk awal yang dibeli. Namun kedua metode ini harus diterapkan ketika sudah memahami apa saja kebutuhan para pelanggan.

4. Mendapat Review dari Pelanggan

Customer retention akan mengumpulkan semua tanggapan yang diutarakan oleh para pelanggan. Meskipun pebisnis berharap akan mendapatkan feedback positif, namun kolom kritikan biasanya lebih banyak. Customer bersedia memberikan review terhadap produk yang dipasarkan. Mereka akan mengulas sisi positif mulai dari produk hingga pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.

customer retention banner retention

5. Ada Program Onboarding

Program ini merupakan bagian dari customer success, yang mengajarkan pelanggan baru untuk memahami produk. Biasanya pelanggan akan mendapatkan bimbingan langsung dari perwakilan perusahaan. Mereka akan memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan para customer baru. Dengan begitu perusahaan bisa menghemat waktu nantinya saat calon pembeli sudah mulai berbelanja.

Ada saja perkembangan baru di dunia bisnis, yang berguna untuk menaikkan penjualan. Tentunya pelayanan menjadi tempat nomer satu untuk meningkatkan reputasi. Apabila citra baik di masyarakat pastinya keuntungan yang didapatkan semakin besar. Agak sulit memang melayani calon customer lebih baik mempertahankan customer lama. Maka dari itu metode ini akan membantu untuk meringankan beban dari suatu perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *