Benarkah Covid 19 Adalah Konspirasi Elit Global? Cek Faktanya Disini

Konspirasi Elit Global Pandemi

Masih banyak pihak yang menganggap jika Covid 19 adalah sebuah konspirasi belaka. Sehingga banyak orang yang percaya akan berita tersebut dan tidak mempercayai keberadaan virus corona. Padahal seperti diketahui sudah banyak negara yang mengalami kenaikan pasien positif corona setiap harinya. Beberapa hoax yang beredar tersebut juga mengatakan jika konspirasi ini didalangi oleh para elit global. Yuk simak fakta mengenai Covid 19 berikut.

Penjelasan Hoax Konspirasi yang Beredar di Masyarakat

1 Banyak tenaga Medis yang Meninggal Karena Kecapean, Bukan Covid 19

Dilansir dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa kasus kematian dokter dan tenaga medis akibat Covid 19 berada di atas 10 persen. IDI menjelaskan bahwa setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kematian kasus virus corona tersebut. Misalnya minimnya alat pelindung diri, lemahnya screening pasien, belum dibuatnya alur yang jelas, dan terbatasnya jumlah fasilitas kesehatan dari rumah sakit rujukan Covid 19.

Konspirasi Elit Global Pandemic

2 Corona Adalah Fitnah Untuk Menghambat Kebangkitan Islam

Tentunya kabar burung mengenai hal tersebut sangatlah keliru. Karena faktanya 10 negara yang terjangkit Covid 19 tertinggi adalah negara dengan populasi muslim yang minoritas. Sehingga hoax mengenai covid 19 ini tentu tidak benar adanya. Selain itu beredar kabar pula bahwa adanya virus corona adalah sebuah upaya para elit global untuk mencegah kebangkitan umat Islam.

Tentunya ini adalah berita bohong, pasalnya virus corona bukanlah virus yang diciptakan. Selain itu virus ini juga bisa berkembang melalui inang hewan atau seleksi alam pada manusia setelah virus melompat dari hewan. Sehingga virus ini bukanlah ciptaan untuk memperlambat perkembangan umat islam. Terlebih lagi jika Covid 19 bukanlah satu satunya epidemi yang mematikan sejak abad prasejarah hingga masa sekarang.

3. WHO Dikuasai Oleh AS dan Dikuasai Yahudi Israel

Tentunya berita yang beredar mengenai WHO ini tidak benar adanya. Karena WHO sendiri sudah didirikan pada tanggal 7 April 1948 dan memiliki 150 anggota. AS sendiri adalah salah satu anggota dan pendonor tetap WHO, namun jelas bukan satu satunya. Pendonor WHO berasal dari berbagai latar belakang negara seperti Korea Selatan, Jepang, Australia dan lain sebagianya.

Konspirasi Elit Global Pandemic

Namun di tengah masa pandemic seperti sekarang ini, Donald Trump memiliki konflik dengan WHO yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan Cina terkait kasus kemunculan virus pertama tersebut. Trump kemudian menghentikan pendanaan kepada WHO sejak April 2020, dan menyatakan jika AS akan keluar dari WHO pada tahun 2021. Namun AS harus melalui masa tenggang satu tahun sebelum resmi keluar dari WHO dan membayar iuran yang disepakati.

4. TBC Lebih Berbahaya dari Covid 19

Pernyataan ini muncul karena kematian karena TBC bisa mencapai 300 orang setiap harinya. WHO sendiri memang pernah mengumumkan jumlah pasien TBC yang meninggal di Indonesia sebanyak 300 orang setiap harinya. Namun WHO menegaskan jika kematian akibat Covid 19 tidak bisa diketahui secara pasti karena berbagai faktor. Beberapa laporan menunjukkan jika tingkat kematian Covid 19 berkisar antara 1,5 hingga 20 persen. Adapun tingkat kematian TBC bisa mencapai angka 45%.

Banyak sekali kabar hoax yang beredar di beberapa media baik internet maupun televisi. Kabar yang beredar di masa pandemic tentu akan mudah sekali untuk menyulut emosi dan kelabakan para pembacanya. Oleh karenanya penting bagi anda untuk bisa lebih bijak dalam menyaring informasi seputar pandemi yang banyak beredar. Sehingga anda tidak akan mudah termakan hoax mengenai virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *