Cara Kerja Telemarketing yang Perlu Anda Tahu

Telemarketing merupakan sebuah profesi yang bertugas untuk menghubungi client atau customer dan calon client atau calon customer agar tertarik menggunakan suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Untuk deal dengan calon client atau customer tentu dibutuhkan strategi telemarketing yang baik. Lantas seperti apa cara kerja telemarketing yang baik agar bisa mendapatkan deal?
Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya untuk Anda. Namun ingat, jiwa pantang menyerah dan tidak takut menghadapi pelanggan harus dimiliki seorang telemarketing agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Strategi dan cara kerja seorang telemarketing yang baik bisa Anda simak dalam ulasan di bawah ini!
Strategi dan Cara Kerja Telemarketing
Kenali produk yang akan ditawarkan dengan baik
Bagi seorang telemarketing, memahami suatu produk yang akan dipasarkan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Jadi sebelum Anda meyakinkan orang lain, Anda harus meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu dengan produk yang akan Anda pasarkan atau promosikan.
Dengan mengenali produknya tentu Anda tidak akan salah sasaran, juga tidak akan salah memberikan informasi sehingga cara kerja telemarketing yang Anda lakukan akan efektif. Dengan demikian Anda dapat meyakinkan pelanggan atau calon pelanggan tentang produk yang ditawarkan dan berpotensi closing.
Lakukan riset tentang calon konsumen
Sampai saat ini ada banyak orang yang merasa terganggu dengan kegiatan telemarketing karena merasa mendapatkan penawaran tentang barang atau jasa yang sebenarnya tidak sedang ia butuhkan. Oleh sebab itu, hal pertama yang harus dilakukan seorang telemarketer agar tahu apa yang sedang dibutuhkan targetnya adalah riset. Jadi lakukan riset terlebih dahulu kepada calon konsumen sebelum menghubunginya.
Tentukan tujuan, atur rencana dan miliki skrip
Telemarketing berbeda dengan telesales. Jadi seorang telemarketing harus paham bahwa goal mereka tidak sama dengan telesales. Bukan closing melainkan memahamkan tentang informasi produk atau layanan terbaru yang dimiliki kepada calon costumer atau customer yang mereka hubungi.
Hal ini perlu dipahami oleh seorang telemarketing agar tidak offside. Setelah itu buat rencana semaksimal mungkin untuk membuat orang yang akan dihubungi nyaman dengan apa yang Anda sampaikan.
Jika tak ingin ada sesuatu yang terlewatkan dalam penyampaian, pastikan Anda sudah memiliki script. Anda bisa mengobrol dengan topik yang sudah Anda siapkan di script sehingga tidak bingung dan lupa apa yang akan Anda sampaikan.
Berbicaralah dengan jelas dan jangan terlalu cepat
Kemungkinan terjadinya noise atau gangguan dalam sebuah komunikasi selalu saja ada. Terlebih jika komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon atau jaringan internet. Oleh sebab itu, untuk memastikan berkurangnya miss komunikasi atau miss understanding dalam penyampaiannya maka perlu dipastikan agar Anda tidak berbicara terlalu cepat. Berbicaralah secara jelas dan sampaikan saja pelan – pelan.
Bersiaplah dengan segala macam kemungkinan
Dalam melakukan penawaran, akan selalu ada berbagai kemungkinan yang terjadi seperti berbagai pertanyaan balik yang akan diajukan kepada tim telemarketing Anda, proses tawar menawar atau penolakan atas apa yang disampaikan.
Anda beserta seluruh tim telemarketing harus memiliki kesiapan menghadapi semua kemungkinan tersebut. Jika memang harus ada penolakan, sikapi secara bijak. Sementara jika memang ada pertanyaan yang harus dijawab maka jawab dengan baik.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan seorang telemarketing untuk berkomunikasi dan menghadapi client atau calon client. Semoga informasi yang kami bagikan di atas menjadi iformasi yang menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *