Jadi Barang Wajib, Simak Keunggulan Kandungan Alkohol di Hand Sanitizer

Kandungan Alkohol di Hand Sanitizer

Hand sanitizer merupakan salah satu alat pelindung diri yang saat ini sedang marak dicari oleh semua orang. Karena dipercaya mampu mencegah penyebaran virus Corona yang sedang mewabah ini. Saat ini, pemerintah menganjurkan untuk membawa dan memakai selalu hand sanitizer kemanapun anda pergi. Di dalam produk ini terdapat kandungan alkohol atau etanol yang dipercaya mampu membuat virus pergi. Berikut akan diulas keunggulan dari kandungannya tersebut.

Keunggulan Kandungan Etanol di Hand Sanitizer

1. Mampu Membunuh Berbagai Macam Bakteri

Kandungan satu ini terdapat dalam hand sanitizer sebanyak 60 hingga 100 persen. Karena dipercaya mampu membunuh berbagai macam bakteri dan virus jika memiliki minimal konsentrasi 60 persen. Beberapa contoh bakteri yang mudah diatasi oleh zat satu ini adalah bakteri E.coli. Efektif pula untuk “menidurkan” virus termasuk virus Corona yang sedang mewabah ini.

Alkohol di Hand Sanitizer

Dalam sebuah penelitian telah menemukan bahwa untuk membunuh bakteri atau virus membutuhkan konstrasi etanol sebesar 60 persen atau lebih untuk memberikan hasil yang efektif. Namun, penggunaan hand sanitizer dengan kandungan zat ini lebih dari 60 persen tidak dianjurkan digunakan secara rutin. Karena etanol akan membuat kulit jadi lebih kering dengan sangat cepat dan menyebabkan iritasi.

Penggunaan hand sanitizer merupakan alternatif dari pengganti mencuci tangan, seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Tetapi penggunannya ternyata kurang mampu menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti cryptosporidium (parasit penyebab masalah pernapasan dan pencernaan), clostridium difficile (bakteri yang dapat menyebabkan gangguan dan peradangan usus), dan norovirus (bakteri yang menyebabkan penyakit diare).

2. Merupakan Bahan Utama Hand Sanitizer

Etanol telah dipercaya sebagai satu diantara bahan untuk membunuh beragam bakteri dan virus. Kandungan satu ini akan menonaktifkan dan melumpukan jaringan protein yang ada di dalam bakteri dan virus. Proses tersebut dinamakan dengan denaturasi, yang membuat virus dan bakteri terurai yang kemudian akan saling menempel karena perubahan sifat protein. Zat satu ini minimal 60 persen yang terdapat di hand sanitizer, bisa mengatasi perkembangan virus.

Kandungan Alkohol Hand Sanitizer

Etanol mudah menguap sehingga menyebabkan cairan pembunuh kuman ini memiliki masa berlaku. Sehingga produsen hand sanitizer perlu mencantumkan tanggal kadaluarsa. Simpan benda satu ini dari paparan sinar matahari langsung. Jika perlu tempatkan pada suhu ruang yang stabil agar fungsi hand sanitizer tetap efektif untuk membunuh kuman dan virus. Jika ditempatkan di tempat yang terkena paparan sinar matahari, maka konsentrasi zat satu ini akan berkurang.

Ternyata dengan penggunaan hand sanitizer dengan kandungan etanolnya 70 persen mudah terbakar. Profesor Wega Trisunaryanti, peneliti sekaligus dosen ini menjelaskan bahwa memang hand sanitizer yang mengandung zat satu ini akan mudah terbakar apabila anda menggunakannya saat berada di dekat kompor atau api lainnya. Maka disarankan memakai benda satu ini saat berada jauh dari sumber api.

Penggunaan cairan pembunuh kuman ini ternyata bisa membahayakan jika tidak digunakan secara benar. Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, penggunaan benda satu ini dapat mempertinggi resiko keracunan. Kandungan alkohol yang tinggi di dalamnya acap kali tidak sengaja tertelan, terlebih lagi terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, penggunaan benda satu ini harus di bawah pengawasan para orang dewasa.

Dari beberapa keunggulan cairan ini dalam hand sanitizer, ternyata ada dampak negatif pula di dalamnya. Sebab itu, jika anda memiliki benda satu ini diharapkan mempergunakannya sebaik mungkin dengan tata pemakaian yang dianjurkan. Jangan sekali-kali menggunakannya di dekat anak-anak karena dikhawatirkan mereka akan menelannya. Tetap jaga kebersihan tangan dimanapun anda berada, agar tetap terhindar dari virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *