Mengulik Perbedaan Likuidasi dan Pailit Dalam Dunia Keuangan

Perbedaan Likuidasi dan Pailit

Hingga kini fenomena penutupan usaha dalam dunia bisnis semakin marak, sehingga membuat istilah pailit dan likuidasi menjadi hal yang tak asing didengar lagi. Namun ternyata masih ada beberapa orang yang menganggap kedua hal tersebut merupakan hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Agar anda bisa membedakan antara keduanya, berikut akan diulas perbedaan likuidasi dan pailit.

Perbedaan Antara Likuidasi dengan Pailit

1. Pengertian dari Likuidasi dan Pailit

Dalam Undang Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau yang sering disebut dengan UU Kepailitan ini, menjelaskan bahwa pailit adalah sita umum atas semua kekayaan Debitur Pailit. Pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas yang diatur oleh undang undang tersebut.

Perbedaan Likuidasi dan Pailit close

Ketika terdapat debitur yang tak bisa membayar semua utangnya maka harta debitur tersebut akan dibagi kepada para kreditur atau yang memberi pinjaman. Sementara untuk jumlah yang dibagikan tersebut berdasarkan suatu keputusan maupun aturan dari undang undang yang berlaku. Disaat anda meminjam uang, maka debitur akan memberikan jaminan berupa harta yang dimilikinya.

Sebelum dinyatakan pailit, pihak kreditur harus mengajukan pailit sesuai dengan prosedur yang berlaku terlebih dahulu. Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu siapa yang berhak mengajukan pailit, apa saja syaratnya, serta bagaimana langkah untuk mengajukan pailit tersebut. Setelah beberapa hal tersebut dipahami, maka anda bisa langsung mengajukan ke badan yang berwenang.

Sementara untuk likuidasi sendiri merupakan pembubaran suatu perusahaan sebagai badan hukum dan juga pemberesan harta kekayaan dengan cara menjual aset, penagihan piutang, pelunasan utang, serta penyelesaian sisa harta. Likuidasi ini memiliki kaitan yang erat dengan masalah finansial dalam suatu perusahaan. Biasanya perusahaan yang melakukan likuidasi memiliki utang dalam jumlah yang cukup besar daripada total harta yang dipunya.

2. Penyebab dari Likuidasi dan Pailit

Perbedaan likuidasi dan pailit selanjutnya ialah terletak pada penyebab terjadinya kedua kejadian tersebut. Terjadinya likuidasi ini dikarenakan adanya beberapa faktor seperti pengelolaan uang yang buruk, tingkat likuiditas rendah, dan penerapan strategi keuangan yang salah. Tak hanya itu penyebab adanya likuidasi juga disebabkan adanya kecurangan pihak internal perusahaan, kehendak dari mayoritas pemegang saham, masa perizinan perusahaan sudah berakhir, dan lainnya.

Adapun penyebab suatu perusahaan mengalami pailit ialah tidak mampu menangkap atau memenuhi kebutuhan konsumen, terlalu fokus pada pengembangan produk, serta mengalami ketakutan yang berlebihan. Penyebab pailit yang lainnya yaitu perusahaan berhenti untuk melakukan inovasi baru dalam bisnis, kurang mengamati pergerakan dari pesaing atau kompetitor, dan sebagainya.

3. Tahapan serta Pihak yang Mengajukan Likuidasi dan Pailit

Perbedaan selanjutnya terdapat pada tahapan pengajuan dan pihak yang mengajukan. Proses pengajuan likuidasi terhadap suatu perusahaan tak bisa dilakukan dalam sekejap, karena harus melalui beberapa tahapan. Seperti pengumuman dan pemberitahuan pembubaran, pencatatan dan pembagian kekayaan, serta pengajuan keberatan dari kreditor. Tahapan selanjutnya ialah pertanggungjawaban dari likuidator dan pengumuman hasil likuidasi.

Perbedaan Likuidasi dan Pailit usaha

Sedangkan untuk tahapan pailit yaitu terdapat permohonan pailit yang telah sesuai dengan UU Kepailitan, seperti adanya utang minimal satu tahun telah jatuh tempo, serta adanya kreditur dan debitur. Proses likuidasi bisa dilakukan atas permohonan dari Direksi selaku pengurus dan pihak yang berwenang dalam mewakili perseroan. Sementara pailit bisa diajukan atas permohonan debitur dan permintaan satu atau lebih kreditur.

Itulah perbedaan antara likuidasi dan pailit dalam dunia keuangan dan bisnis. Dengan begitu anda dapat menyimpulkan bahwa likuidasi tersebut dilakukan dalam upaya pembubaran badan hukum, sementara untuk pailit tidak dilakukan dalam rangka pembubaran badan hukum serta tak berakibat pada pembubaran badan hukum tersebut. Kedua hal tersebut telah ditentukan dan diatur dalam sebuah peraturan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *