Sebelum Mulai Bisnis, Yuk Identifikasi Peluang Usaha Jamur Tiram Berikut

Identifikasi Peluang Usaha Jamur Tiram krispi

Saat ini mulai banyak bermunculan olahan dari jamur. Biasanya dapat berupa lauk maupun camilan seperti keripik atau bahan isian makanan ringan. Karena banyaknya olahan yang terbuat dari jamur, maka sudah pasti permintaan pasar untuk bahan ini akan meningkat. Sehingga, kini mulailah bermunculan bisnis untuk budidaya jamur. Sebelum anda berbisnis, yuk identifikasi peluang usaha budidaya jamur berikut ini.

Peluang Bisnis Jamur Tiram

Bisnis budidaya jamur tiram memang sangat berpotensi, apalagi iklim di Negara ini sangat sesuai bagi pertumbuhan jamur ini. Usaha ini dapat dijadikan solusi untuk mengisi waktu luang di rumah sekaligus menambah pundi-pundi pendapatan anda. Sebelum memulai bisnis, tentunya anda harus mengetahui terlebih dahulu identifikasi dari peluang bisnis satu ini.

Identifikasi Peluang Usaha Jamur Tiram

Budidaya jamur ini dipastikan sangat menguntungkan karena permintaan pasar terus meningkat setiap saat. Untuk mengatasi hal tersebut, mulailah banyak bermunculan petani-petani yang membudidayakan jamur. Saat ini, budidaya jamur tiram menjadi salah satu potensi usaha yang sangat menguntungkan jika dikembangkan. Bisnis ini juga dapat dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh seorang pemula.

Perkiraan Modal dan Keuntungan Bisnis Jamur Tiram

selain melihat peluang , sebelum anda memulai bisnis budidaya jamur maka anda juga perlu memperkirakan modal dan keuntungan. Sehingga usaha budidaya jamur tiram yang anda geluti ini lebih terarah. Selain itu, perkiraan modal juga bisa sebagai gambaran penghasilan yang akan anda dapatkan. Modal yang perlu anda keluarkan untuk pertama kali memulai yaitu sekitar 3,5 juta untuk pembelian 1000 baglog untuk lima kali panen.

Anda juga perlu mengeluarkan sekitar 1 juta untuk penyediaan tempat jamur. Selain itu, anda juga perlu memperhitungkan modal untuk biaya operasional sekitar 1,5 juta rupiah, ongkos peralatan dan perkiraan biaya tambahan lainnya. Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk awal budidaya sekitar 6 juta rupiah. Namun, di bulan selanjutnya anda hanya mengeluarkan dan sekitar 1,5 juta rupiah saja.

Jika perkiraan penyusutan sekitar 10%, maka dari 1000 baglog yang bisa dipanen hanya 900 buah. Dalam satu baglog biasanya dapat menghasilkan 0,7 kg jamur, dan jika 900 baglog maka jamur yang dihasilkan sebanyak 630 kg. Anda akan memperoleh penghasilan sekitar Rp. 9.450.000 dalam sekali panen jika harga jual Rp. 15.000 tiap 1 kg jamur. Jadi keuntungan yang anda peroleh sekitar Rp. 7.950.000 per bulan.

Tahapan Budidaya Jamur Tiram

Jika anda telah melakukan identifikasi peluang usaha pada budidaya jamur tiram dan telah mengetahui perkiraan modal yang dibutuhkan, maka tahap selanjutnya yang anda lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Sebut saja seperti kumbung atau tempat baglog yang disusun, baglog atau media tanam, karet, plastik, polypropylene, dan bahan lainnya.

Identifikasi Peluang Usaha Jamur Tiram

Anda juga harus memperhatikan media tanam atau baglog yang digunakan. Pilihlah kualitas baglog yang bagus agar jamur dapat tumbuh. Langkah selanjutnya, yang harus anda lakukan yaitu sterilisasi atau kukus pada baglog agar tidak terkontaminasi oleh bakteri maupun jamur lain. Pendinginan sekitar satu hari perlu dilakukan sebelum baglog siap digunakan.

Jamur yang telah diinkubasi biasanya akan tumbuh dalam waktu 3 hari jika dirawat dengan baik. Untuk menjaga media tetap lembab, anda dapat melakukan penyiraman 2 atau 3 kali sehari. Setelah 3 atau 4 bulan pertumbuhan jamur, anda dapat melakukan pemanenan. Pemanenan biasanya dilakukan pagi dan sore hari ketika jamur dalam kondisi segar.

Melihat dari peluang usahanya, budidaya jamur tiram sangat berpotensi untuk dilakukan. Dengan modal yang sedikit anda sudah dapat memperoleh keuntungan yang melimpah. Dalam setiap usaha pasti terdapat kesulitan tersendiri, namun jika anda telaten dan sabar menjalankannya pastinya keuntungan pun akan semakin banyak yang didapat. Jadi, apakah anda sudah siap memulai usaha ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *